Membawa Baterai Lithium kedalam Pesawat

Sebelum membaca artikel, luangkan waktunya sebentar untuk SUBSCRIBE Channel Youtube kami terlebih dahulu. Karena kami juga menyajikan info info menarik melalui channel youtube. Klik pada tombol dibawah ini ya

Terima Kasih atas bantuannya, semoga kita selalu diberikan kemudahan

Kehidupan sehari hari tidak terlepas dari alat alat elektronik terutama handphone. Alat alat elektronik portable tentunya membutuhkan baterai sebagai sumber tenaganya.

Sekelumit pertanyaan muncul ketika suatu waktu kita harus berpergian menggunakan pesawat terbang, handphone tentunya tidak boleh tinggal, begitu pula dengan kamera dan lain sebagainya.

Setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan tentang pembawaan baterai kedalam pesawat mereka. Kita sebagai pengguna jasa haruslah taat kepada aturan tersebut.

Agar tidak terjadi masalah ketika membawa baterai kedalam pesawat, ada baiknya kita tahu baterai jenis apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa.

Dry Alkaline Battery (Baterai Kering Alkaline)

Dry Alkaline Battery (Baterai Kering Alkaline) adalah baterai yang sering kita gunakan sehari hari, misalnya untuk jam dinding, remote, radio dan lain lain.

Di Bagasi Kabin, baterai jenis ini boleh dibawa didalam perangkat langsung dan boleh juga sebagai cadangan. Untuk cadangan, maka baterai ini harus dilindungi dari kerusakan dan hubungan arus pendek.

Di Bagasi Terdaftar, baterai ini juga boleh dibawa didalam perangkat dan sebagai cadangan, dengan syarat baterai cadangan harus dilindungi dari kerusakan dan hubungan arus pendek.

Dry Rechargeable (Baterai Kering Isi Ulang)

Nickel Metal Hydride (NiMH), Nickel Cadmium (NiCad), dan lain lain termasuk kedalam kenis baterai Dry Rechargeable (Baterai Kering Isi Ulang). Contoh penggunaan baterai ini adalah untuk senter LED, powerbank, baterai cordless dan lain lain.

Baterai ini boleh dibawa di kabin didalam perangkat dan sebagai cadangan dengan syarat baterai harus dilindungi dari kerusakan dan konsleting.

Begitu pula di Bagasi Terdaftar, jenis baterai ini juga bisa dibawa didalam perangkat dan untuk cadangan dengan melindungi dari kerusakan dan konsleting.

Lithium Ion (Baterai Lithium Ion)

Lithium Ion (Baterai Lithium Ion) biasanya digunakan pada small consumer electronics, seperti handphone, tablet, tools, kamera, PDAs, dan laptop. Terbatas hingga 100 watt hours (Watt jam (Wh) = Volts (V) x Amp jam (Ah)) atau kurang per baterai.

Baterai ini boleh dibawa di kabin didalam perangkat dan sebagai cadangan dengan syarat baterai harus dilindungi dari kerusakan dan konsleting.

Sedangkan di bagasi terdaftar hanya boleh dibawa didalm perangkat tanpa cadangan. Namun untuk peralatan Rokok elektrik dan vaporizers dilarang di dalam bagasi terdaftar.

Larger Lithium Ion (Baterai Besar Lithium Ion)

Larger Lithium Ion (Baterai Besar Lithium Ion) adalah baterai Lithium yang ukuran dan kapasitasnya lebih besar dibanding lithium ion biasa.

Untuk membawa jenis baterai ini diperlukan persetujuan dari pihak maskapai penerbangan dan khusus untuk baterai cadangan tidak boleh dibawa didalam bagasi tercatat.

Lithium metal (non-rechargeable)

Lithium metal (non-rechargeable) biasanya digunakan pada small consumer electronics seperti kamera, lampu senter LED, jam tangan, dll.

Jenis baterai ini boleh dibawa didalam perangkat dan untuk cadangan kedalam bagasi kabin, tetapi tidak boleh ada cadangan didalam bagasi tercatat.

Nonspillable wet batteries (absorbed electrolyte)

Nonspillable wet batteries (absorbed electrolyte) digunakan untuk perangkat elektronik portabel. Baterai ini boleh dibawa sebagai bagasi kabin didalam perangkat.

Jika ingin membawa cadangan, maka harus dilindungi dari kerusakan dan hubungan arus pendek dan dalam kemasan yang kuat. Baterai dan kemasan luar harus ditandai “nonspillable”.

Begitu pula dengan bagasi terdaftar, boleh dibawa didalam perangkat baik dan jika ingin membawa cadangan maka harus dilindungi dari kerusakan dan hubungan arus pendek dan dalam kemasan yang kuat. Baterai dan kemasan luar harus ditandai “nonspillable”.