Traveling Tips

Traveling tips and information for ticket prices, holidays, hotel, booking, tour, travel agents, airlines, cruises, travel insurance, travel tips and others

Kebijakan Force Majeure Garuda Indonesia

Apa kabar kawan kawan tiketips.com semua?...semoga selalu sehat ya. Sehubungan dengan seringnya terjadi bencana seperti banjir dan asap yang membuat penerbangan mengalami pembatalan, tiap tiap maskapai penerbangan memberikan kebijakan kebijakan masing masing terhadap para penumpangnya yang sudah membeli tiket mereka.

Beberapa bencana yang dapat dikategorikan kedalam force majeure diantaranya adalah banjir, bencana alam, kerusuhan, aksi pemogokan, bencana asap, kebakaran, dan kondisi lain (diluar airline irregularity) yang dapat mengakibatkan penerbangan tidak dapat berangkat. Kesempatan ini tiketips.com akan menyampaikan kebijakan kebijakan terkait force majeure untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia.Berikut adalah beberapa kebijakan terkait dengan force majeure ini:

  1. Rebooking (Mengubah jadwal penerbangan) tiket Garuda Indonesia
    Rebooking sedapat mungkin dilakukan pada subclass yang sama dan tidak dikenakan charge (NOADC). Dalam kondisi darurat, upselling pada compartment yang sama dapat dilakukan dan tanpa dikenakan charge (NOADC).
  2. Rerouting (Mengubah rute perjalanan) tiket Garuda Indonesia
    Rerouting diperbolehkan tanpa dikenakan changes fee (Rebooking fee, Cancellation Fee, Reissued Fee). Rerouting hanya dikenakan selisih fare dan tax. Fare subclass yang baru harus lebih tinggi atau sama dengan fare yang lama.
  3. Perpanjangan Masa Berlaku Tiket Garuda Indonesia
    Pada kondisi force majeure, Open Tiket diperbolehkan dengan masa berlaku (validity) sampai enam bulan dari tanggal keberangkatan. Ketentuan dan kondisi tetap mengacu pada tiket original.
  4. Penggantian Nama tiket Garuda Indonesia
    Penumpang diperkenankan untuk mengganti nama dan berlaku hanya satu kali penggantian saja. Penggantian nama harus dilakukan pada saat melakukan perubahan tiket di Kantor Penjualan Garuda dengan permintaan tertulis dari pelanggan.
  5. Refund tiket Garuda Indonesia
    Penumpang yang ingin melakukan full refund dapat dilakukan melalui:
    • Pengajuan refund harus dilakukan langsung oleh penumpang yang bersangkutan.
    • Pengajuan refund diajukan langsung ke alamat email refund@garuda-indonesia.com dengan menyertakan no. rekening bank, ID resmi (KTP, SIM, Passport).
    • Proses selanjutnya contact center akan menghubungi penumpang dan akan memproses refund tersebut.
    • Pembayaran refund dilakukan melalui transfer bank.
    • Apabila dalam satu PNR terdapat lebih dari 1 orang, maka proses refund harus dilakukan dengan mengajukan nomor rekening dan ID dari masing-masing penumpang, dalam hal penumpang anak-anak harus dibuktikan dengan Kartu Keluarga.
    • Apabila verifikasi tiket dan ID penumpang tidak sesuai dengan nama rekening Bank, maka proses refund dilakukan di Sales Office dalam bentuk tunai dengan menunjukkan ID asli penumpang yang masih valid.
    • Proses refund dapat juga dilakukan melalui Sales Office Garuda Indonesia dengan mengajukan surat pengajuan refund yang ditujukan ke Kantor Garuda Indonesia Cabang. Pembayaran refund dilakukan melalui transfer bank, pengembalian dana ke kartu kredit, atau melalui pembayaran tunai sesuai prosedur yang berlaku.
    • Proses pengajuan paling lama dapat dilakukan 6 bulan sejak terjadinya force majeure.
Khusus untuk Refund via email, kami akan berikan contoh format permohonan refund tiket Garuda seperti dibawah ini:
Dear Contact Center Garuda Indonesia,

Dengan ini saya sampaikan kode booking yang akan dilakukan refund.
Kode Booking: xxxxx
Rute: xxx-xxx

Mengajukan permohonan refund full karena GA ... rute ... tanggal ...dibatalkan karena .... (alasan misal: bencana asap). Mohon dapat dibantu untuk pengembalian ke nomor rekening ... atas nama ...

Demikian disampaikan, terimakasih.
Mudah mudahan dengan adanya informasi kebijakan Garuda Indonesia tentang bencana ini dapat sedikit membantu kita yang sudah membeli tiket Garuda Indonesia dan tidak bisa terbang dikarenakan bencana alam. Seperti yang kita ketahui bersama, kabut asap yang tebal terjadi didaerah Pekanbaru Riau dan Kalimantan yang menyebabkan lumpuhnya penerbangan udara di kedua daerah tersebut.

Jika ingin mendapatkan update GRATIS dari kami setiap ada update terbaru, silahkan masukkan email Anda pada kolom dibawah

Setelah menekan tombol Kirimkan, Segera cek email Anda untuk konfirmasi

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :